Showing posts with label (D). Show all posts
Showing posts with label (D). Show all posts

Tuesday, March 26, 2013

D'Gejrot Kemek: Cari Mpok Aye? Kagak Ade!

Lama menghilang, saya mau mereview sebuah warung bernama aneh di daerah kos-kosan Jakal, yaitu D'Gejrot Kemek. Nama "D'Gejrot" sih kayaknya masih ada kaitannya sama varian menu, si tahu gejrot. Tapi "kemek"??? Boro-boro tahu artinya, bacanya gimana aja saya nggak tahu xD Konon sih kemek ini slang Betawi yang artinya 'makan'.


VENUE
Warung D'Gejrot Kemek ini lumayan sempit dan mencil sehingga berpotensi untuk terlewat dari perhatian. Kayaknya gara-gara nyadar kalau agak ngumpet inilah, si pemilik warung berinisiatif untuk memasang lampu merah yang terus berkedip-kedip di depan warung. Kalau untuk menyiasati masalah sempit, pemilik warung sengaja bikin konsep lesehan. Kapasitas pengunjung pun jadi "cenderung fleksibel". Lesehan oke sih buat tempat terbuka, tapi kalau untuk tempat tertutup yang agak sempit, menurut saya sih kurang cocok. 


MENU
Secara umum, menu yang dijual di sini berupa nasi uduk (di sini nyebutnya nasi kudu), lauk, sambel gejrot, dan lalapan berupa mentimun dan nanas. Nah, beda satu menu dengan menu lain ada pada lauknya aja. Kayaknya sih konsep warung ini memang cenderung kebetawi-betawian. Selain menggunakan istilah kemek dan jualan nasi uduk, nama menunya langsung bikin inget sinetron Si Doel gitu deh, misalnya Mpok Aye (lauk sayap ayam), Pak Erte (1 telur 2 tahu), Cing Ute (1 telur 2 tempe), Kong Ape (1 telur 1 tahu 1 tempe), Cing Juki (3 tahu 3 tempe), dst. Semuanya seharga goceng alias 5.000.

Kayaknya sih menu favorit di sini si Mpok Aye. Kenapanya udah cukup jelas ye, yaitu satu-satunya menu goceng yang udah pake ayam :p Beberapa kali saya dengar pengunjung menanyakan menu ini, tapi si penjual bilang udah abis. Wajar sih, saya ke sini udah lumayan malam. Dari hasil nguping sebelah, menu Mpok Aye ini habis sekitar jam 2 siang, dan tebak, jam berapa warung ini buka? Jam 1 siang :D Sejam doang si Mpok Aye udah kagak ade. 

1. Kong Ape (5.000 IDR)
3/5

Seperti pengunjung lain, saya awalnya juga pengen makan goceng-udah-dapet-ayam :p Berhubung Mpok Aye udah habis, saya beralih ke Kong Ape. Alasannya? Menu yang lauknya paling bervariasi: telur-tahu-tempe. Teteup kagak mau rugi :D Mari kita mulai berkomentar tentang: 

- nasi uduk: rasanya nanggung, kurang gurih dikitt lagi.
- lauk: tempe oke, tahu oke, telur terlalu berminyak
- sambel gejrot: mirip-mirip rempah di nasi padang, dengan rasa yang tidak terlalu pedas (emang saya pesennya pedas-sedang deng)
- lalapan: okee 

2. Yoghurt Strawberry (7.500 IDR)

4/5
Nah, cerita dipesannya menu ini sebenarnya agak-agak nggak enak. Niat semula sih paling saya mau minum es teh doang, tapi sewaktu saya nanya menu minumannya apa aja, si penjual terkesan "mengarahkan" saya untuk memesan yoghurt ini karena dia nunjuk daftar menu di bagian si yoghurt ini doang. Padahal ya sebenarnya ada menu es teh dan minuman2 yang lain >_< FYI menu di sini bentuknya kubus gitu dan kayaknya bodoh saya lagi kambuh sehingga nggak inisiatif mbolak-mbalik kubusnya lebih teliti. Untung si yoghurt strawberry ini rasanya enak, dicampur susu cokelat gitu. Btw nama menu aslinya bukan ini, tapi saya lupa apa.

Tuesday, December 18, 2012

D'One Steak & Pasta

Siang ini saya mencoba sebuah warung steak & pasta di daerah Babarsari. Ke sananya saya bawa kupon diskon, tapi nggak bawa ekspektasi tinggi-tinggi karena (1) Nama D'One Steak & Pasta ini belum pernah saya dengar sama sekali, (2) hasil googling review-nya nihil, dan (3) Twitter-nya terakhir update bulan Mei :( Lokasinya persis di depan Warung Sego Penyetan Khas Banyuwangi Jalan Babarsari.


Makanan:
Fettuccine Carbonara (11.500 IDR)
2/5
Aslinya saya pengen pesen fettuccine honey pasta, tapi rupanya dari lima menu pasta yang ditawarkan, hanya ada dua yang tersedia. Jadilah saya (terpaksa) memesan fettuccine carbonara. Belum lama ini saya mengicipi spaghetti carbonara di Black Canyon Coffee yang uenak sekali. Saya jadi khawatir penilaian saya terhadap fettucine carbonara di sini bakal banyak dipengaruhi oleh spaghetti kemarin. Rasanya kekhawatiran saya berlebihan. Nggak adil sih kalau beneran dibanding2in. Beda kelas dan beda harga :p Fettuccine yang ini biasa dan sederhana bangettt. Jenis yang saya bisa bikin sendiri di rumah --"

Minuman:
1. Mocafrio (3.500 IDR)
2/5
Menu yang juga saya yakini bisa bikin di rumah. Kerasa banget kalau kopi susu sachet-an.

2. Hot Tea (1.500 IDR)
2/5
Satu lagi menu yang saya bisa bikin di rumah: teh celup. Menu paling mending nih --"

Daftar Menu:
Menu Steak
Menu Pasta
Minuman Panas
Minuman Dingin
Dll:
- Buka setiap hari Senin--Sabtu pkl 10--22 WIB
- Harga sudah termasuk pajak
- Parkir gratis
- Saya dapat meja yang oglak-aglik --"
- Btw saya lihat ada foto yang masak pake baju koki profesional gitu lho, err...

Mau ke sini lagi?
Nggak deh. 

Rating: 2/5

D'One Steak & Pasta
Jl. Babarsari No.110, Yk

Monday, June 11, 2012

Dapur Sambal

Review pertama berwisata kuliner bersama patjaaaaar :* Sebagai pecinta SS, udah ketebak banget sih kalau begitu pulang si patjar bakalan langsung ngajak nyobain cabang baru Dapur Sambal di dekat rumah ini. Dan berhubung pacaran sama tetangga udah ketebak pula kalau ke rumah makan yang dekat begini bakalan pake motor sendiri-sendiri --" Wira-wiri di Jalan Godean membuat saya sering mengamati sejauh apa efek kemunculan cabang Dapur Sambal ini terhadap tingkat keramaian DUA cabang SS yang ada di dekatnya vice versa. Tapi kayaknya nggak ngefek tuh... SS tetap ramai dan Dapur Sambal juga nggak sepi.

Makanan:
1. Nasi Putih (2.000 IDR)

Unlimited kayak SS atau nggak sih? Kurang jelas.

2. Iso (6.000 IDR)

3/5

Iso di Dapur Sambal lebih basah daripada yang di SS. Berhubung saya suka iso, jadi dua-duanya sih sama-sama enak :9

3. Ayam Paha Atas (6.000 IDR)

3/5

Kata si patjar sih ukurannya lebih kecil daripada di SS. 

4. Jamur Crispy (3.500 IDR)

2/5
Akan lebih tepat jika menu ini disebut dengan jamur goreng tepung daripada jamur crispy. Gorengannya tipe yang masih basah dan agak kayak kebanyakan tepung. Sejauh ini saya lebih memfavoritkan jamur crispy SS.

5. Sambal Terasi Jeruk (1.000 IDR)

2/5
Nah, berhubung judulnya Dapur Sambal, menu ini bisa jadi tolok ukur utama sekompetitif apa cabang baru ini dengan si tetangganya. Dan menurut saya yang nggak tahan pedas pun, sambal di sini nggak terlalu pedas :|

Minuman:
Es Susu Cokelat (4.000 IDR)

2/5

Menu ini dipesan semata karena ingat bahwa konon susu bisa menangkal rasa pedas. Rasanya kayak Susu Kental Manis Bendera dan sepertinya tidak terlalu bermanfaat karena belum diminum pun memang tidak kepedasan.

Dll:
- Buka setiap hari pukul 10.00--22.00 WIB
- Meski sesama warung serbapedas, kayaknya fungsi Dapur Sambal dan SS beda deh. Dapur Sambal tempatnya luas dan niat didekorasi sehingga lebih cocok buat nongkrong lama sementara melihat ramainya SS kok rasanya agak jahat kalau mau berlama-lama dan membiarkan orang lain antre tempat duduk :p  
- Parkir bayar
- Ada 2 kios tambahan yang menjual menu crepes dan es teler

Mau ke sini lagi?
Nggak deh. Bukan nggak enak, tapi lidahnya udah lebih sreg sama SS :)

Rating: 3/5

Dapur Sambal
Jl. Godean km. 4,5 No. 108A
(0274) 621 222

Thursday, June 7, 2012

Dago Tea House

Berwisata kuliner ke Dago Tea House ini dipilih karena seriiiinggg banget dengar, jadi kok kayaknya terkenal. Sayangnya faktor terkenal tersebut jadi bikin malas survei sehingga berakibat pada wisata kuliner yang berantakan. Bencana dimulai ketika saya dan teman sama-sama lagi BT karena suatu hal yang menyebabkan ketidaktelitian plus emosian dalam mencari alamat dan ber-GPS ria. Dari googling seadanya kami menemukan bahwa Dago Tea House berada di Jalan Bukit Dago Selatan. Lha mbok arep digoleki nganti semaput ra bakal ketemu karena yang benar rupanya Jalan Bukit Dago Utara dan bukan Jalan Bukit Dago Selatan. Berhubung jalannya agak imut dan njlimet, kesalahan satu kata ini jebul berakibat fatal dan bikin nyasar-nyasar mangkel. Long story short, Dago Tea House akhirnya ketemu meskipun bentuknya tidak meyakinkan. Petunjuknya nggak jelas, suasananya gelap, dan bangunannya nggak kayak dugaan karena rupanya Dago Tea House ini bukan cuma buat tempat makan-makan, tapi juga pertunjukan budaya.


(tripholiday.net)
Complimentary:
Teh Panas Tawar

2/5
Cuma hangat, kurang panas :(

Makanan:
1. Nasi Timbel Bakar Komplet (34.000)

3/5
Sebenarnya saya nggak terlalu suka nasi timbel karena kepadatannya yang agak aneh. Tapi berhubung sudah di Sunda masak nggak makan nasi timbel! Nasinya sih tetap nggak begitu suka, tapi ayam bakarnya lumayan dan tahunya enak banget. Untuk sayur juga kurang suka. Lha wong sayur ala Jawa aja nggak begitu doyan, apalagi ini disuruh makan leunca. Huek.

2. Nasi Bogana Komplet (19.000)

3/5
Saya cuma icip sedikit, tetapi lumayan suka. Saya belum pernah makan nasi-campur-rempah-mboh-apa beginian sehingga menurut saya ini menu eksotis :9

Minuman:
Bajigur/Bandrek? (7.000 IDR)

2/5
Seingat saya, saya pesan bandrek, tapi ini kok berasa ada santannya ya? Lumayan sih bikin anget, tapi gelasnya yang agak pliket lumayan bikin ilfil :( 

Dll:
- Buka setiap hari pkl 09.00--22.00 WIB
- Parkir bayar
- Mungkin review kali ini agak subjektif dan tidak terlalu berhubungan dengan rasa makanan. Tapi beneran deh, TERLALU BANYAK faktor eksternal yang bikin mood makan saya di sini berantakan. Mood awal udah bete, nyasar-nyasar, waiter yang melamun sewaktu dipesani makanan, gelas yang agak pliket, dan yang paling parah adalah sebelahan sama serombongan orang yang ketawa-berisik-sok-asyik dan salah satunya sebentar-sebentar BUANG DAHAK! Semua itu bahkan bikin saya lupa untuk menikmati pemandangan Bandung dari atas (yang seharusnya ciamik).

Mau ke sini lagi?
No, thanks. Bukan karena rasa makanannya, tapi di sini saya punya kenangan yang tidak terlalu menyenangkan :'(

Rating: 2/5

Dago Tea House
Jl. Bukit Dago Utara No. 53
(022) 250 5365

Tuesday, April 24, 2012

Dae Jang Geum

Gaya banget deh saya hari ini. Impulsif kok ya impulsif nraktirin teman di restoran mahal x) Excuse-nya adalah butuh refreshing setelah *uhuk2* wawancara kerja. Sebenarnya sudah jauh-jauh hari si Rachmi nodong saya untuk nraktir ultah di Dae Jang Geum ini. Berhubung Jumat masih berasa lama, ya sudahlah gpp perayaan ultahnya dimajukan tiga hari. Restoran ini terletak di daerah Palagan, sekawasan dengan rumah makan berharga wah lainnya. Konon dulu namanya Arirang, tapi saya nggak pernah dengar. Mungkin namanya masih Arirang sewaktu saya gaulnya masih terbatas di Godean :p Berhubung tiap selesai makan di kawasan Palagan biasanya nangis-nangis bangkrut, saya pikir resto ini harganya mahal sekali, tapi ya nggak juga ternyata.   

(kaskus.us)

Complimentary:
1. Keripik Singkong
3/5

2. Kimchi (Refill +5.000 IDR)
3/5
Saya tipe orang yang sekadar doyan kimchi. Bukan yang nggak suka, tapi juga bukan yang suka *haish, belibet* Tapi menurut lidah-saya-yang-sekadar-doyan-kimchi, kimchi di sini paling pas deh. Kadang di tempat lain kurang asam atau terlalu asam, kurang pedas atau terlalu pedas, de el el. 

3. Fruit Platter (Semangka + Melon)
3/5
Makanan:
1. Mie-yeok-kuk (15.000 IDR)
5/5
Nah, ini dia makanan yang menyadarkan saya bahwa Dae Jang Geum tidak semahal para tetangganya. Mie-yeok-kuk alias sup rumput laut ini makanan yang saya icip pertama kali dan seruputan pertama uenak bangets sehingga mood makan saya selanjutnya jadi baguss. Kuahnya enyakk dan hangat. Untuk makanan seenak ini menurut saya harganya murah bangettt! *Kemudian blog ini pun dibaca oleh pemilik Dae Jang Geum dan harganya dimahalin, lol* Saya membayangkan ini bakalan jadi makanan yang paling saya idam2kan ketika misal kena flu atau kedinginan gara-gara hujan. Btw saya barusan googling dan menemukan bahwa: sup rumput laut adalah sup wajib yg biasanya disediakan waktu ulang tahun karena orang Korea percaya kalo makan sup rumput laut di hari ulang tahun katanya bisa panjang umur. Ini memang makan-makan dalam rangka ultah saya sih, tapi entah lah kemujarabannya kalau dilaksanakan kecepetan tiga hari, zzzz. Oh ya, ini makanan pertama yang saya kasih rating 5/5 di blog ini ;)

2. Galbi-tang (25.000 IDR)
2/5
Sup iga ini adalah salah satu menu yang saya sesali untuk dipesan. Bukan karena nggak enak, tapi kan sudah pesan sup rumput laut, jadinya kembung euy! Meskipun harganya 10.000 lebih mahal, rasa sup iga ini tidak lebih enak dari rasa sup rumput laut. *Ini sih gara2 sup rumput lautnya yang memang terlalu enak :))* Dagingnya ada yang kerasss tidak terkunyah dan terpaksa saya bungkus tisu untuk oleh-oleh ipus di rumah.

3. Dol-sot-bi-bim-bab (30.000 IDR)
4/5
Nasi campur Korea ini pesanan Rachmi yang memang sudah lama ngidam karena kecewa dengan bibimbab Musiro yang nggak pakai telur mentah. Ada dua jenis bibimbab di Dae Jang Geum, yaitu yang nasinya dibakar dan yang tidak. Rachmi memesan yang dibakar dan menurut saya sensasi bau nasi bakarnya itu bikin enyak banget. Rachmi bilang biasa saja, tapi saya yang cuma icip sedikit justru suka.

4. Teog-bog-ki (25.000 IDR)
1/5
Ini merupakan lanjutan episode penasaran-dengan-si-kue-beras-Korea. Lagi-lagi sausnya manis dan makan banyak tepung begitu terlalu mengenyangkan. Dengan ini saya sudah tidak penasaran lagi. Cukup sudah!

Minuman:
1. Iced Chocolate (15.000 IDR)
4/5
Saya pernah mengalami periode selalu-memesan-es-cokelat ketika berwisata kuliner. Sudah lama berhenti, tiba-tiba saya kepingin lagi. Es cokelat di Dae Jang Geum ini tipe es cokelat yang tetap manis dan enak meskipun esnya sudah mencair. Me likey ... dan kemudian gendut.

2. Black Tea (7.000 IDR)
4/5
Jenis es teh yang enak. Kelihatan sih dari harganya ;p

3. Makgeolli (10.000 IDR)

Ini dia minuman idola Rachmi di sini: rice wine alias sake alias brem. AKHIRNYA kesampaian juga obsesi Rachmi untuk minum minuman harammm. Dia pun memesan dua kali. Rating-nya berapa tanya si Rachmi saja yaaa ;p

Dll:
- Tempat makannya ada tiga tipe: private room, indoor dengan meja-kursi, atau gazebo. Saya sendiri pilih gazebo.
- Waitress-nya informatif. Suka deh! 
- Harga belum termasuk pajak 10%
- Parkir gratis

***

Update: 8 September 2012
Si Ibu Hamil a.k.a Mustika berhasil dibuat tertarik untuk mengicipi sup rumput laut dengan iming-iming "Kayaknya yang hangat-hangat gitu enak di perut yang lagi hamil lho..." Saya sering (1) jalan bareng Rachmi saja, (2) jalan bareng Mustika saja, atau (3) jalan bareng dengan Rachmi, Mustika, dan teman-teman lain, tapi baru kali ini deh kayaknya saya (4) jalan bertiga bareng Rachmi dan Mustika. Saya curiga mereka mulai mesra gara-gara satu pembimbing skripsi :D

Perut saya atau Rachmi > perut ibu hamil lima bulan, hahasyem xD
Makanan:
1. Ca-jang-myeon (35.000 IDR)
4/5
Menu ini merupakan menu pesanan Rachmi. Sejak dari kos pun Rachmi sudah tahu akan memesan menu ini berkat rekomendasi dari temannya. Ca-jang Myeon terdiri atas mi yang dicampur dengan bumbu tauco goreng dan telur ceplok. Sebagai pelengkap dihidangkan sambal, cuka, lobak kuning, dan bawang bombay. Rasanya sih enak, saya lumayan suka :9  

2. Bi-bim-guk-su (25.000 IDR)
3/5
Nah, ini merupakan menu pesanan saya setelah cukup lama membolak-balik menu dengan putus asa. Sebenarnya sebelumnya saya pengen mi dingin, tapi kata Rachmi tidak terlalu direkomendasikan sehingga saya mengubah pilihan. Mana saya tahu kalau Bi-bim-guk-su ini ya mi dingin juga :p Komposisinya terdiri atas mi, sayuran, apel, dan telur rebus yang dituangi dengan kuah dingin. Rasanya ya enak-enak aja kok, persis kayak saus kimchi. Agak nyegrak-nyegrak enak gimanaa gitu. Saking nyegraknya saya nggak sanggup menghabiskan dan Rachmi dengan senang hati menggantikan.

3. Local Bul-go-gi (60.000 IDR)
3/5
Kalau hamil bawaannya lebih gampang laper apa gimana ya. Seinget saya Mustika itu makannya superdikit, eh ini tumben dia mengusulkan untuk memesan menu tambahan yang dimakan berjamaah. Bul-go-gi merupakan menu Korean barbecue yang terdiri atas daging sapi dengan bumbu dan sayuran. Ada pula versi impor dengan harga 20.000 rupiah lebih mahal. Dari kami bertiga cuma saya sendiri yang nggak ngerti cara makannya gimana, sementara Rachmi dan Mustika sama-sama jago gara-gara rajin mengikuti serial Running Man!

1. Daging sapi, jamur, dan semua sayur dipanggang di atas pemanggang yang sudah dilelehi saus.
2. Menu pelengkap berupa daun selada, ketimun (ngumpet), bawang, cabe hijau, dan sambal (terasi?)
3. Hasil panggangan plus menu pelengkap diletakkan di atas daun selada
4. Daun selada berisi komponen macam2 digulung
5. Dan diemplok
Enak lhoo... Menurut saya ini cara cerdas untuk memasukkan sayur ke dalam tubuh pembenci sayur secara paksa. Rasa sayurnya jadi nggak terlalu berasa. Kayaknya cara makannya memang harus kayak gitu ya. Soalnya kalau dimakan terpisah jadi kurang sip. Dagingnya berasa manis thok, agak njelehi.

Minuman:
Chocoa me de Fasto (15.000 IDR)
3/5
Menu inilah yang meyakinkan saya bahwa buku menu Dae Jang Geum sudah diganti dengan yang baru. Yakin deh waktu saya ke sini dulu menu ini belum ada. Terdiri atas cokelat dan susu, rasanya sih nggak terlalu istimewa.

Daftar Menu:
Appetizers | Soup
Traditional Korean Tang & Cige | Guksu/Myeon
Korean Barbecue
Bab
Accompanied
Shabu-shabu
Teriyaki & Katsu
Chinese ala Carte
Indonesian ala Carte
Drinks
Dll:
- Waitress-nya dapat yang agak jutek :(
- Complimentary fruit platter berupa semangka dan pepaya, bukan semangka dan melon kayak dulu. Nggak ngefek sih ini :p
-  Mustika jadi memesan sup rumput laut. Saya ikut ngicip dan kok rasanya lebih hambar dikittt daripada yang dulu ya? Jadinya Mustika pas makan jadi flat aja gitu. Nggak terlalu merasa wow kayak saya dan Rachmi waktu ngicip pertama kali -,-


***

Update: 22 Desember 2012
Saya ke sini lagi nemenin Rachmi bersama teman kosnya, Nia. Kata Rachmi ini akan menjadi kunjungan ke Dae Jang Geum untuk yang terakhir kalinya sebelum dia back for good ke Balikpapan. Pada kunjungan kali ini ada beberapa menu yang dipesan ulang, seperti kimchi, mie-yeok-kuk, ca-jang-myeon, cocoa me de fasto, dan makgeolli. Adapun menu-menu yang belum pernah dipesan adalah...

Makanan:
1. Bi-bim-bab (25.000 IDR)
3/5
Aslinya menu ini disajikan dengan telur matang. Dasar si pemesan, Rachmi, lagi sedheng, dia minta kalau bisa menu ini dikasih telur mentah saja. Kalau yang dol-sot dulu kan memang dibakar ya, jadi telurnya bisa sedikit matang dengan sendirinya. Kalau yang ini sih jadi kayak gado-gado campur telur mentah gitu, tapi tetap enak kok. Saya pribadi lebih suka yang versi bakar. Bau gosongnya itu lhooo... Mengundang selera :9  

2. Kim-bab (35.000 IDR)
3/5
Masih pesanan Rachmi dalam rangka riset. Ceritanya dia mau jualan beginian di Balikpapan :p Per porsi isinya 10. Ya enak sih, tapi saya pribadi lebih suka sushi yang rasanya lebih eksotis. Rasa kimbab ini masih terlalu familier dengan lidah Indonesia.

3. Dae-jang-geum Twi-gim (20.000 IDR)
3/5
Nah, kalau yang ini pesanan saya. Dibeli dalam rangka mengirit sekalian pengen mencicip menu yang kok kesannya spesial: ada embel-embel nama Dae Jang Geum. Dan yang keluar adalah... tahu sutra dibalut tahu dadar :| Ya enak-enak aja sih, tapi beda dari bayangan semula aja.

Minuman:
Hot Black Tea (7.000 IDR)
3/5
Tehnya lebih enak kalau dingin. Kalau yang panas begini, begitu mendingin sedikit langsung nggak begitu sip.

Dll:
- Complimentary-nya beda dengan dua kunjungan sebelumnya. Tadi kami dapat kong namul (semacam salad sayur dengan bumbu bawang putih yang kenceng banget) dan kimchi tapi dari timun (bukan sawi kayak biasanya). Kami juga nggak dapat complimentary buah segar kayak dulu :(
- Ada menu minuman baru di halaman terakhir yang kelupaan difoto. Isinya berbagai varian jus dan float gitu. Harganya kalau nggak salah 17.500 IDR. 
- Ke mana waitress yang ramah dan informatif dulu itu? :(

Mau ke sini lagi?
Rasanya saya pengen menciptakan tradisi untuk ke sini setahun sekali (pas ultah) untuk memakan sup rumput laut saja. Menu lain? Udah nggak terlalu pengen coba-coba.

Rating: 3/5

Dae Jang Geum
Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 8,5
Sariharjo, Sleman
(0274) 4530 682